Kamis, 29 Agustus 2013 - 10:32:13 WIB
Khutbah Idul Fitri 1434H ke II, Yuslam Fauzi, SE, MBE
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kegiatan - Dibaca: 371115 kali

Halaman ke 2 dari 2 Halaman

Al-Quran mengajarkan kita untuk bersikap rendah hati (tawaadhu’) ketika kita melihat diri kita sendiri. Ini sejalan pula dengan pesan Al-Quran pada ayat lain.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) mungkin saja mereka ( yang mengolok-olokan). Dan jangan pula wanita-wanita (yang mengolok-olokan) itu lebih baik dari wanita-wanita (yang mengolok-olokan).” QS. Al-Hujuurat/49:11).

Mari kita perhatikan kata ‘asaa yang disebut dua kali dalam ayat itu, yang artinya ‘mungkin saja.’ Ini mengandung pesan yang kuat sekali kepada kita agar kita bersikap tidak “mutlak-mutlakan” memandang rendah orang lain. Sebaliknya kita dianjurkan untuk mengembangkan sikap relatip saja, yaitu sikap yang penuh reserve bahwa mungkin saja orang lain, betapun kita liahat ia lebih jelek dari – atau tidak sebaik kita, tetap saja ada kemungkinan ternyata disisi Allah ia lebih baik dari kita.

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar.

Itulah pesan Idul Fitri kepada kita. Itulah dua sifat yang harus kita kembangkan dalam hidup kita. Yaitu sifat Positive thingking atau khusnu al-zhan ketika kita melihat orang lain, dan sifat relative dan tawaadhu’ ketika kita melihat sifat diri kita sendiri. Ternyata, dua sifat itulah yang menjadi alasan ukhuwah islamiyaah atau persaudaraan secara islam. Kita hanya bisa membangun persaudaraan islam jika dalam diri kita dan masyarakat kita berkembang kedua sifat itu. Sebaliknya, kita akan menjadi ancaman bagi persaudaraan islam jika yang berkembang dalam diri kita adalah sifat sebaliknya. Yaitu memandang negatif atau su’u al-zhan kepada orang lain dan sifat merasa lebih baik ketika kita melihat diri kita sendiri.

 

Sifat yang saya sebut belakangan itulah yang akan melahirkan suatu kelompok yang merasa diri paling benar, memutlakkan faham agama kelompoknya sendiri, dan menyalahkan bahkan mengkafirkan orang lain yang tidak sefaham dengan mereka. Mari kita simak hadist Nabi yang berisi perdiksi tentang adanya sikap beragama seperti itu.

“Akan muncul dari umatku suatu kelompok yang membaca Al-Quran tetapi (tetapi tidak memahaminya sehingga Al-Quran) tidak melewati tenggorokannya. Mereka melesat dari agamanya sebagaimana halnya anak panah melesat dari busurnya, kemudian mereka tidak kembali kepadanya. Mereka sejelek-jelek manusia dan sejelek-jeleknya perangai” (Riwayat Muslim dalam Shahiih-nya Vol. II hal 750,No. 1067).

Dalam hadits lain juga disebutkan  prediksi Nabi mengenai cirri dari kelompok ini.

“Shalat kalian menjadi remeh jika dibandingkan dengan shalat mereka. Betitu pula dengan halnya dengan puasa kalian, menjadi remeh jika dibandingkan dengan puasa mereka. Mereka membaca Al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka.”  (Riwayat Bukhariy  dalam shahiih-nya, vol. III, hal 1321, no. 3414; Muslim dalam shahiih-nya, vol. II. Hal. 741, No. 1064, dan lain-lain).

 

Ternyata prediksi Nabi Muhammad SAW itu benar. Kira-kira tiga puluh tahun setelah Rasulullah menyatakan prediksi itu, tepatnya pada tahun empat puluh hijriyah pada tanggal 17 Ramadhan menjelang subuh, terjadi peristiwa yang mengguncang dunia Islam yaitu pembunuhan Khalifah ‘Ali ibn Thalib. Pembunuhnya bernama : Abdulrahman ibn Muljam. Didalam sejarah tercatat bahwa‘ Abdulrahman ibn Muljam itu adalah seorang yang selalu berpuasa disiang hari (shaa’imu al-nahaar), shalat disepanjang malam (qaa’imu al-lail) dan hafal Al-quran (haafizhu Al-Quran).⁴

Mengapa orang se”shaleh” itu membunuh ‘Ali, sang Amirul Mu’minin? Karena ia menganggap ‘Ali telah kafir hanya karena’ Ali berdamai dengan Mu’awiyah. Mengapa tindakan itu terjadi, karena ia mengembangkan sifat memandang buruk (negative) bagi manusia diluar dirinya, dan sebaliknya memandang diri dan kelompoknya yang benar.

Hadirin

Di akhir khotbah ini marilah kita simak sebuah hadits panjang yang diriwatkan oleh Anas ibn Malik r.a. Dari Anas ibn Malik r.a.  beliau bertutut, “Pada masa Rasulullah SAW ada seorang pria  yang membuat kami kagum karena ibadah dan kesungguhannya. Kami sampaikan nama dan perihal orang itu kepada Rasulullah SAW, namun beliau tidak mengenalnya. Meskipun telah kami jelaskan sifat dan ciri-cirinya namun beliau tetap tidak mengenalnya. Ketika kami sedang menceritakan orang itu tiba-tiba ia muncul, maka kami berseru‘ inilah yang kami maksud’ Nabi SAW bersabda : ‘Kalian telah menceritakan kepadaku tentang  seseorang yang pada wajahnya terdapat ‘’tamparan’’ (tanda) dari  setan.’  Orang itu menghampiri majelis kami tanpa mengucapkan salam. Nabi SAW lalu berkata kepada  orang itu, ‘Aku bertanya kepadamu dengan bersumpah kepada Allah, apakah engkau berkata (dalam hati) ketika menghampiri kami bahwa tidak ada seorangpun di majlis ini yang lebih afdhal atau lebih baik darimu?” Ia menjawab, benar ya Allah.’

 

Selanjutnya pria itu masuk ruangan (masjid) dan Shalat. Nabi SAW bersabda, ‘Siapa yang bersedia membunuh orang itu?’ Abu Bakar menjawab, ‘Saya.’ Masuklah Abu Bakar kedalam Masjid dan ia mendapati orang itu sedang shalat. Abu Bakar berkata (dalam hati), Subhaanallaah, apakah aku akan membunuh orang yang sedang Shalat, Padahal Nabi SAW pernah melarang untuk membunuh orang yang shalat?!. lalu iapun keluar. Nabi SAW kemudian bertanya kepadanya,’ Apa yang telah Kau lakukan?’ Abu Bakar menjawab, ‘ Aku tidak ingin membunuhnya dalam kondisi shalat, sementara aku pernah dilarang untuk membunuh orang yang shalat’.  Umar lalu berkata, (Biar), saya saja (yang membunuhnya). ‘ketika masuk, ‘ Umar mendapati  orang itu sedang meletakkan wajahnya (sujud). ‘Umar berkata (dalam hati), Abu Bakar lebih baik dariku (namun ternyata ia tidak berani membunuhnya).’ Lalu iapun keluar. Nabi SAW bertanya kepadanya, ‘Nah bagaimana?’ Umar menjawab, ‘Aku mendapatinya sedang meletakkan wajahnya (sujud). Aku tidak ingin membunuhnya (dalam kondisi tersebut)’.

 

 

Nabi SAW lalu kembali bertanya, ‘Siapa yang bersedia membunuh orang itu?’ ‘ Ali menjawab,’ Saya’. Nabi SAW bersabda ‘Engkau (benar-benar) akan membunuhnya, jika engkau masih menjumpainya.’ Masuklah ‘Ali, namun ternyata orang tersebut telah pergi. Ketika ‘Ali keluar. Nabi SAW bertanya, Nah, bagaimana?’ ‘Ali menjawab, ‘Saya mendapatkan orang itu telah pergi’. Nabi SAW bersabda ‘Sekiranya  saja ia berhasil dibunuh, tentulah tidak akan berselisih (meski hanya) dua orang  dari umatku. Ia adalah yang pertama sekaligus yag terakhir” . (Riwayat Abu Ya’laa dalam musnad-nya vol. I, hlm. 90, no. 90 dan abddurrzaaq dalam Mushannafnya-nya vol. X, hlm. 155, no. 18674).

 

Mari kita berusaha untuk menarik beberapa kesimpulan dari hadits panjang itu.

1.      Ketika Nabi  Muhammada SAW mengatakan  “ada bekas atau tanda setan diwajah orang itu” tampaknya hal ini berasal dari kemampuan seorang Nabi  untuk melihat suatu sifat yang buruk pada orang itu, yang tentu tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa.

2.      Ketika kemudian orang itu menjawab pertanyaan Nani SAW bahwa dia merasa lebih baik dari orang lain, sikap itulah yang tampaknya terlihat sebagai bayangan setan diwajah orang itu.

3.      Ketika Nabi SAW memerintahkan untuk membunuh orang itu pastilah itu merupakan perintah simbolik, bukan perintah harafiah. Tentu yang dimaksud bukanlah membunuh fisiknya, tetapi membunuh sifatnya.

4.      Tidak berhasilnya orang tersebut dibunuh oleh para sahabat bisa bermakna bahwa sifat-sifat seperti itu masih akan ada di tubuh umat Islam. Ini sesuai dengan hadits-hadits Nabi yang tadi saya bacakan, yang memprediksi akan munculnya orang-orang Islam yang sifat beragamanya seperti itu.  Kelak, ketika Imam ‘Ali r.a. mengomentari kaum khawaarij, yaitu sifat suatu kaum yang memiliki sifat mirip dengan sifat pemuda itu, ‘Ali berkata bahwa orang-orang seperti itu masih tersimpan di sulbi-sulbi kaum muslimin dan rahim-rahim kaum muslimat. Artinya , didalam tubuh Islam masih akan lahir lagi orang-orang yang cara beragamanya mengembangkan sifat-sifat seperti itu.

5.      Dari pernyataan Nabi SAW, “Sekiranya saja ia berhasil dibunuh, tentulah tidak akan berselisih (meski hanya) dua orang dari umatku”. Jelas itu bermakna bahwa sifat itu (merasa paling baik) merupakan ancaman dari persaudaraan Islam.

 

Demikian  hadirin, khotbah Idul Fitri yang singkat ini. Dari perayaan Idul Fitri ini kita harus menangkap pesan bahwa Islam sedang mengajarkan kepada kita untuk mengembangkan sifat positif melihat kemanusiaan. Tetapi, Islam juga mengajarkan kepada kita untuk  membangun  sifat rendah hati atau Tawaadhu’ dalam melihat diri kita sendiri. Tidak memandang diri paling baik atau paling suci.

Jika kedua sifat itu kita kembangkan didalam diri dan lingkungan kita, Insya Allah persaudaraan Islam akan terbangun dengan sendirinya di masyarakat kita. Jika spirit keislaman yang seperti ini yang kita kembangkan , Insya Allah kita telah menampilkan Islam dalam wajahnya yang benar, yakni sebagai rahmatan li al ‘aalamiin, sebagai bukti Allah bagi alam semesta.

 

Wallahu a’lam bi-al shawaab.




27543 Komentar :

Jual Obat Herbal Tbc Paru
04 Agustus 2014 - 11:33:37 WIB

menarik . http://goo.gl/xDzuPG
Obat Cacar Air
04 Agustus 2014 - 14:41:10 WIB

semangat terus untuk mengejar kesuksesan . http://goo.gl/2CJeIC
cara mengobati batuk berdarah
04 Agustus 2014 - 15:44:43 WIB

selamat sore , terimakasih atas informasinya

http://wahyusubuh81.wordpress.com/2014 /08/04/cara-mengobati-batuk-berdarah-secara-alami/
htt ps://mysp.ac/OWX8
Obat Gondok Secara Herbal
05 Agustus 2014 - 08:28:51 WIB

sukses terus ya . http://goo.gl/Fhhdux
Obat Gondok Secara Herbal
05 Agustus 2014 - 08:42:55 WIB

sukses terus ya . http://goo.gl/Fhhdux
obat radang tenggorokan
05 Agustus 2014 - 11:00:55 WIB

selamat siang , terimakasih banyak untuk informasi artikelnya

http://sahabatsetiaacemaxsblog.wordpress .com/2014/08/05/obat-radang-tenggorokan-alami/
https:/ /mysp.ac/OZSE
http://goo.gl/Kmjcn0
pengobatan tradisional usus buntu
05 Agustus 2014 - 15:09:17 WIB

info nya sangat menarik , ijin menyimak gan

http://ramuankulitmanggisdandaunsirsak.wordpres s.com/2014/06/24/pengobatan-tradisional-usus-buntu-paling -mujarab/
https://mysp.ac/NtnU
ASUS Zenfone Smartphone Android Terbaik 3
05 Agustus 2014 - 20:36:44 WIB

Realisasi belanja modal di daerah tidak lebih baik atau bahkan mungkin lebih buruk http://goo.gl/watq7c http://is.gd/qjpaLW
cara menurunkan gula darah
06 Agustus 2014 - 08:43:35 WIB

selamat pagi , ijin menyimak artikelnya

http://sastrarahayu.wordpress.com/2014/08/06/cara- menurunkan-gula-darah-secara-alami/
https://mysp.ac/Od CB
Pengobatan Penyakit Kencing Berdarah
06 Agustus 2014 - 09:32:03 WIB

simak info terbaru dari aku :D http://goo.gl/wCGohv
<< First | < Prev | ... 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | ... | 2755 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)